Dedeuh Teuing

PEMUDA BANGSA

Siapakah sebenarnya pemuda bangsa?

Cintakah mereka pada Negara?

Berimankah mereka?

Terpetikkah hati mereka?

 

Bangsa ini sudah lama merdeka

Dulu Presiden lengser karena semangat pemuda bangsa,

Era modern dan global kini merajalela

pemuda kini ikut terbuai, terlena…..

 

Mana generasi emas Garuda?

Masihkah mereka hanya meneriak-neriaki toa karena disewa?

Atau mampir nangkring di pusat kota.

Menikmati senja hingga malam pun tiba.

 

Membathin,,,,

Hati para pejuang tersayat,,,

Rakyat Indonesia semakin melarat!

Sejahtera hanya didapat oleh konglomerat!

Hingga kriminal merayap hebat, semakin banyak yang jadi bangsat!

 

Rindu ingin bernafas lega….

Tapi mayoritas hanya menunggu enaknya….

Biar lama….lama……

Lama-lama nanti selesai juga.

Gila! Selesailah riwayat hidup bangsa!

Sengsara berkepanjangan dimana-mana,

Rakyat jelata semakin bekerja meminta-minta,

Sedang anggota pemerintahan manja-manja!

 

Panas hati mendengar bangsa lain tertawa…

Para cendikia Indonesia merantau entah kemana…

Para petinggi Indonesia keblinger dengan masalah-masalah dan bencana…

Kebal dari giatnya demo para mahasiswa,

Acuh dengan jurnal-jurnal media.

Yang penting dari semua,

Kamu kamu! Saya saya!

 

Pemuda…..

Dimanakah kau berada?

Apakah kau sedang memadu kasih di taman kota?

Atau berbelanja saat akhir pekan tiba?

Atau memuja-muja sang pujaan hati tercinta?

Atau kau lupa?

 

Manakah persatuan kita?

Masihkah kita mementingkan derajat dan tahta?

Masihkah kita biarkan saudara kita lusuh dan meminta-minta?

Padahal kita semua sama-sama harapan bangsa.

 

Bukankah kau habiskan hidupmu untuk belajar?

Kau habiskan hidupmu untuk membaca.

Atau kau habiskan hidupmu untuk bebas dan liar?

Dan meninggalkan ilmu sebagai modal hidup kita?

 

Pemuda…

Kita harus saling berpegang tangan

Demi mewujudkan kesejahteraan

Selamatkan orang tua kita, saudara-saudara kita, tempat tinggal kita,

Karena suatu hari nanti kita akan semakin tua,

Janganlah kita tinggalkan lagi rasa sesal dan air mata.

Bangunlah kembali negara Indonesia tercinta…..

02 Januari 2012, 15. 24 pm

Curhatan saat mendengar instrument Yunani

 

Rasa sepi membuncah

Melaut dalam gundah

Dalam deburan ombak jengah

Dalam keluhan penuh gerah

 

Sulit untuk dimengerti

Mengerti esensi sendiri

Terikat simpul mati dengan materi

Masih takut kehilangan eksistensi.

 

Orang-orang sudah mampu melayang

Substansi keruh ini masih tenggelam

Belum ada dzat bumi yang cukup untuk memfiltrasi,

Atau memang sudah terlalu menghitam.

Memangnya air yang jernih bisa berubah menjadi sekeras batu?

Jika kau bilang batu es yang keruh menghitam, yah….

Mungkin itu benar….

Namun ia akan tetap menjadi air, dan mampu kembali jernih…

 

Lalu bagaimanakah ini?

Hati ini masih bagaikan telapak tangan yang terbuka mencoba menggapai-gapai semesta… dan membuka tabirnya…

 

Hembus nafas dalam asa yang tersiksa

Mencoba menyeka lumpur-lumpur di mata,

Mana yang Esa? Mana yang Esa?

Masih bertanya dalam rengkuhan dosa yang memenjara.

 

Oh, aku ingin bebas,,,,

Mencari kunci untuk membuka kesendirian ini,

Dapatkan lentera untuk mencairkan kebekuan hati dalam realita………..

Atau langsung kunaiki saja eskalator ajaib menuju Yang Satu itu….

 

26 januari 2012, 16 : 43

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s